Sunday, October 24, 2010

Dampak Globalisasi Pada Negara Berkembang

Globalisasi adalah kata yang sering digunakan. Dan sebagai kata yang sering digunakan, globalisasi dikelilingi oleh pengertian yang berbeda-beda dan membingungkan. Karena setiap tempat mempunyai pengertian berbeda tentang globalisasi itu sendiri.

Globalisasi bukanlah pemberian Tuhan. Globalisasi merupakan suatu konsep dan aturan yang dibuat oleh manusia. Konsep globalisasi dapat diubah sesuai dengan kebutuhan manusia. Adalah Free Market yang merupakan konsep yang ingin dijabarkankan oleh penulis. Dimana Free market adalah turunan dari globalisasi itu sendiri. Hal ini sesuai dengan orientasi dunia ini yang berfokus kepada masalah ekonomi. Bagaimana Globalisasi (free market) membawa pengaruh pada kestabilan Negara berkembang akan dijelaskan lebih lanjut.

Globalisasi adalah free market. Dimana aturan ini dibuat oleh Negara maju. Konsepnya, pemerintah harus menghilangkan semua halangan yang mencegah pendistribusian barang dan jasa yang melintasi baras Negara. Di dalam teori, globalisasi akan membawa manfaat bagi seluruh semua pihak. Termasuk Negara berkembang. Negara maju membuat aturan ini dalam rangka memberi kesempatan kepada Negara berkembang untuk mempromosikan domestik produk dan local firms yang termarjinalisasi ketika kolonialisme berlangsung. Tapi, dalam prakteknya, aturan yang dibuat oleh Negara maju ini dapat membawa resiko yang dapat menghancurkan kemakmuran suatu Negara, bahkan dalam sekejap mata. Seperti yang telah kita saksikan di Asia Timur dan,kemudian, Argentina.

Bad Impact Of Globalization

Sepertii yang dijelaskan diatas, globalisasi merupakan konsep yang ditelurkan oleh Negara maju. Dalam membuat aturan, biasanya Negara meju menggunakan one-size-fits-all. Akibatnya, Negara berkembang tidak dapat menggunakan ability yang dimiliki untuk memilih aturan yang cocok dengan tingkat kemajuan Negara mereka.

Negara berkembang tentunya memiliki industri -industri di negaranya. Industri-industri ini dijalankan oleh pemerintah dan swasta. Hasil industri ini kemudian digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Globalisasi (free market) membiarkan adanya perdagangan yang melintasi batas Negara. Produk Industri Negara maju dapat dijual di Negara berkembang. Negara maju memiliki teknologi yang tinggi. Maka, dalam proses produksi, production cost Negara maju lebih rendah daripada Negara berkembang. Karena itu, produksi mereka lebih efisien, murah, dan dan dapat diproduksi lebih banyak. Bila kedua hasil produksi yang berbeda ini dilempar pada pasar yang sama,maka tentu saja konsumen akan lebih memilih hasil produksi yang lebih murah. Keadaan ini akan sangat tidak menguntungkan bagi pengusaha local. Produk mereka tidak akan bisa bersaing dengan produk Negara maju. Oleh karena itu, globalisasi dalam bidang ekonomi, jika tidak dibuat aturan yang baik, hanya akan merugikan Negara berkembang.
Selain itu, globalisasi cenderung membuat Negara berkembang sebagai pasar bagi Negara maju. Jika dilihat dari jumlah penduduk, sebagian besar Negara maju berada pada posisi teratas dalam kepadatan penduduk. Tentunya ini merupakan pasar yang besar bagi bagi mereka Apalagi ada kecenderungan penduduk Negara berkembang sebagian besar bersifat konsumtif.

Positive effect Of Globalization


Dalam perdagangan internasional, dikenap teori keunggulan komparatif (comparative adventage). Teori ini dikemukakan oleh oleh David Ricardo dimana keunggulan komparatif ada karena terdapat perbedaan biaya produksi, yakni keuntungan yang diukur dari jumlah biaya produksi. Ini memberikan penjelasan bahwa setiap Negara punya spesialisasi terhadap produk tertentu. Dengan adanya spesialisasi di perdagangan internasional, maka suatu Negara bisa masuk dalam alur perdagangan dunia, termasuk Negara berkembang. Globalisasi ibarat arena dimana Negara berkembang dapat “unjuk gigi” dengan Negara maju.
China sebagai Negara berkembang meembuktikan bahwa globalisasi dapat membawa keuntungan bagi Negara berkembang. Perkembangan China menjadi raksasa ekonomi tidak dapat dipisahkan dari globalisasi. Globalisasi lah yang membantu produk China dikenal di seluruh dunia. Globalisasi lah yang membuat produk China dapat dipasarkan di berbagai belahan dunia.

Globalisasi dalam ekonomi melahirkan free market. Jika ingin masuk dalam perdagangan internasional, maka suatu Negara harus berkompetisi dengan Negara lain. Ini mengharuskan Negara berkembang untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki untuk mengasilkan produk yang dapat berkompetisi di perdagangan internasional(sebab menurut ilmu geografi ekonomi, setiap tempat memilki keunggulan di suatu produk tertentu). kaum liberal berpendapat bahwa kompetisi melahirkan efisiensi. Dengan kompetisi, para produsen akan berusaha untuk menyediakan produk yang berkualitas baik. Tentu ini akan menguntungkan pihak produsen dan konsumen. Di pihak produsen, kompetisi mengakibatkan produsen meningkatkan hasil produksinya. Baik dalam kuantitas atau pun dalam kualitas. Di pihak konsumen, tentu keuntungan yang didapat adalah hasil produk yang baik dan pilihan yang banyak terhadap suatu jenis produk.

Globalization is a Challenge?


Lalu bagaimana sebenarnya sikap yang harus diambil oleh Negara berkembang dalam menghadapi globalisasi. Mahathir Mohamad menuliskan dalam sebuah artikel,”National policies should largely be made by national goverments an not n their behalf by global institutions or other governments. Moreover, one size does not fit all when it comes to policy making and , therefore, the policies of the IMF and the rules of the WTO have to be looked at again, in the light of recent experience”. Menurut kutipan di atas, Mohathir Mohamad mendukung adanya liberalisasi ekonomi, namun ingin suatu Negara menyetujui suatu aturan yang sama dengan keadaan negaranya. Bukan dengan one-size-fits-all. Dalam pendekatan ini, Negara memilih cara dan tingkat “pembukaan” negaranya. Dimana kerjasama dan kompetisi antara local firm dengan foreign firms, dan beberapa sector yang ingin diliberalisasi tetap membutuhkan perlindungan untuk kebaikann Negara berkembang itu sendiri.

Apa yang penting adalah Negara berkembang diberikan hak dan ruang untuk melihat ulang pengaruh dari globalisasi, dan menentukan aspek mana yang akan mereka gunanakan pada masa yang akan, dan aspek mana dari globalisasi yang harus “dibuang”. Terlalu berbahaya jika untuk membirkan free market, atau institusi global, untuk merebut peran pemerintah. Untuk itu, seperti yang sudah dijelaskan diatas, perlu adanya aturan globalisasi yang tidak one-size-fits.

Referensi
Goyan, A Krishn. Impact Of Globalization On Developing Country.2006. Euro Journals Publishing. Muscat (Pdf)
Richter, Frank-Jurgen dkk. Recreating Asia.2002:John Wiley & Sons Pte Ltd. Singapore(book)
http://www.scribd.com/doc/3400803/1-2-Dampak-Globalisasi
http://www.gusbud.web.id/2010/01/dampak-globalisasi-ekonomi-dan-pengaruh.html
http://www.afand.cybermq.com/post/detail/2761/dampak-positif-dan-dampak-negatif--globalisasi-dan-modernisasi

No comments:

Post a Comment