Thursday, September 23, 2010

Dampak Pertumbuhan Penduduk di Negara Berkembang

Pertumbuhan penduduk yang tinggi sebenarnya membawa beberapa keuntungan, di antaranya adalah ketersediaan tenaga kerja yang melimpah. Namun, jika pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak dibarengi oleh kebijakan pemerintah yang baik dalam menghadapi masalah ini, maka pertumbuhan penduduk yang tinngi hanya akan membawa dampak yang buruk bagi suatu Negara. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan dari pertumbuhan penduduk yang tinggi adalah: dari segi

Sosial ekonomi

Jumlah penduduk yang tinggi yang tidak dibarengi dengan lapangan kerja yang cukup hanya akan menimbulkan masalah kriminalitas. Orang yang tidak mempunyai pekerjaan bisa saja beralih menjadi criminal. Sebagai contoh, di kota-kota besar, banyak orang yang tidak mendapatkan pekerjaan yang mencukupi kebutuhannya. Mereka pun mencari nafkah dengan menjadi seorang kriminal seperti pencopet, perampok, dsb. Bukan hanya itu, dari segi sosial ekonomi, jumlah pertumbuhan penduduk yang tinggi yang tidak dibarengi dengan pendistribusian fasilitas yang merata akan mendorong terjadinya urbanisasi yang pada akhirnya akan memunculkan kelas sosial baru di masyarakat Ibukota. Adanya perumahan kumuh adalah contih konkrit dari masalah ini.

Pendidikan dan kesehatan

Pemerintah menginginkan penduduknya memenuhi standar kehidupan internasional. Keinginan mereka itu diterjemahkan dengan membuat kebijakan-kebijakan yang dapat memajukan masyarakatnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Namun, jika jumlah penduduk pada suatu Negara melebihi batas normal. Maka kebijakan ini tidak dapat dilaksanakan.
Sebagian besar penduduk tidak akan mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan yang memadai. Rendahnya kualitas pendidikan adalah salah satu faktor yang menyebabkan suatu negara rendah akan sumber daya manusianya.

Lingkungan Hidup

Jumlah penduduk harus berbanding lurus dengan luas pemukiman. Masalah terjadi ketika lahan untuk pemukiman tidak cukup lagi untuk menampung banyaknya penduduk. Untuk mengatasi masalah ini, penduduk pun mengubah lahan pertanian atau hutan menjadi areal pemukiman baru. Masalah tidak sampai di situ saja. Membuka lahan pertanian atau hutan menjadi lahan pertanian justrus menimbulkan masalah lingkungan.
Lahan pertanian atau hutan yang di sulap menjadi areal pemukiman mengakibatkan hilangnya daerah resapan air. Sebab, lahan yang semula jadi resapan air kini di poles dengan semen dan beton. Sehingga air tidak dapat meresap. Banjir pun tidak terhindarkan.
Selain itu, ketika membuka hutan menjadi areal pemukiman, penduduk biasanya membakar hutan tersebut. sebagai akibatnya timbullah polusi udara yang disebabkan oleh hutan yang terbakar. Hal ini tidak hanya menjadi masalah domestic bagi satu Negara. Tetapi juga menjadi masalah bagi Negara lain. Sebab, akibat dari tindakan ini juga dirasakan oleh Negara lain.

Sunday, April 18, 2010

Model Komunikasi

MODEL KOMUNIKASI
Komunikasi adalah salah satu aktivitas manusia yang sangat fundamental dalam kehidupan umat manusia. Kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan sesamanya, diakui oleh hampir semua agama telah ada sejak Adam dan Hawa. Sifat manusia untuk menyampaikan keinginannya dan untuk mengetahui hasrat orang lain, merupakan awal keterampilan manusia berkomunikasi secara otomatis melalui lambang-lambang isyarat, kemudian disusul dengan kemampuan untuk memberi arti setiap lambang-lambang itu dalam bentuk bahasa verbal.
Komunikasi telah memperpendek jarak, menghemat biaya, menembus ruang dan waktu. Komunikasi berusaha menjembatani antara pikiran, perasaan, dan kebutuhan seorang manusia dengan dunia luarnya. Komunikasi membangun kontak-kontak manusia dengan menunjukkan keberadaan dirinya dan berusaha memahami kehendak, sikap dan perilaku orang lain. Komunikasi membuat cakrawala seeorang semakin luas.
Komunikasi merupakan sarana yang paling vital bagi setiap manusia untuk mengerti dirinya sendiri, mengerti orang lain dan memahami lingkungannya. Mengetahui tempat dan cara kehadirannya di masyarakat serta hubungan dengan sesama yang ada di sekitarnya. Semua itu dapat dipahami dengan adanya “Jalur Komunikasi” yang terjalin baik. Komunikasi tidak saja dikenal dalam bidang kehumasan (public relations) ataupun dalam dunia pers, melainkan mempunyai cakrawala pemahaman yang sangat luas. Hampir di setiap aspek kehidupan manusia terjalin proses komunikasi yang disadari maupun tidak disadari. Dalam bidang perdagangan komunikasi berperan aktif, juga dalam bidang pendidikan hingga pembangunan. Komunikasi sangat menentukan maju mundurnya nilai-nilai pendidikan, nilai pembangunan yang menyangkut nilai moral serta nilai materialnya.
Ada beberapa 2 jenis model komunikasi. One-Way Comunnicatian dan Two- Ways Comunication. Berikut ini adalah penjelaan dari 2 jenis model komunikasi tesebut:
One-way Communication
Komunikasi satu arah merupakan jenis komunikasi yang tidak memungkinkan adanya Feedback dari receiver dalam satu proses komunikasi. Feedback atau tanggapaan yang ingin disampaikan receiver kepada sender tidak dapat dilakukan waktu itu juga.

Kita asumsikan bahwa G adalah sender dan S adalah receiver. Tanda panah di atas menunjukkan adanya proses komunikasi satu arah. Receivr tidak dapat memberi tanggapan langsung sebagai akibat dari efek yang ditumbulkan pesan yang dikirim oleh Sender(G).
Grunig berpendapat,” One-way communication Uses persuasion and manipulation to influence audience to behave as the organization desires. Does not use research to find out how it public feel about the organization.”
Menurutnya, komunikasi satu arah mempunyai karakteristik sendiri. Yaitu menggunakan persuasi dan manipulasi untuk mempengaruhi audien agar berprilaku sesuai dengan apa yang organisasi inginkan.
Two-way Communication
Model Two-way Commnication memungkinkan adanya feedback atau tanggapan dari penerima(receiver) sebagai efek dari proses komunikasi yang dilakukan dengan sender.

Dalam komunikasi dua arah, seorang sender dapat menjadi seorang receiver juga. Hal ini dikarenakan receiver pertama juga dapat bertindak sebagai sender. Mengirimkan sejumlah pesan kepada sender semula dan mendapat efek balik dari pesan tersebut.
Dalam konteks keorganisasian, Grunig memberi pendaoat bahwa,” Two-way communication Uses communication to negotiate with publics,resolve conflict, and promote mutual understanding and respect between the organization and its public.”
James Grunig memberi pengertian seperti di atas sebab beliau melihat adanya kelebihan dari model ini. Model ini memungkinkan adanya interaksi timbal balik. Dengan interaksi tadi ini, maka akan ada persamaan pemahaman antara receiver dengan sender.

DEFINISI HI

1. Alfred Zimmern
Hubungan Internasional secara fundamental dapat ditransfusi menjadi suatu tatanan dunia yang adil dan merata dan adanya balance antara kepentingan-kepentingan antara individu dan negara serta adanya kemajuan dalam penegakan hukum internasional yang saling menguntungkan dari integrasi teritoial dan kemerdekaan.
2. Ernest Gellner
Hubungan Internasional membahas tentang ilmu-ilmu sosial yang objektif yang merupakan konteks dalam masyarakat internasional.
3. Trygive Mathisen,
Hubungan internasional merupakan suatu bidang spesialisasi yang meliputi aspek-aspek internasional dari berbagai cabang ilmu dan merupakan sejarah baru dari politik internasional.
4. Ishaq Rahman
Hubungan internasional adalah ilmu yang diidentik dengan ilmu hubungan antar negara.
5. Bary Buzan,
International Relations, is the relationships between Individuals and Individuals, between Individual and Groups, between Groups and Groups, between Groups and State, and States and States.
6. Quincy Wrighth,
International Relations, is the relations between groups of mayor importance in the life of the world at any periode of history, and particulary relations among territotially organized nation states which today are of such importance.
7. Charles McClelland,
Hubungan Internasional sebagai sebuah studi mengenai semua bentuk pertukaran, transaksi, arus informasi, srta sebagai respon perilaku yang muncul diantara dan antar masyarakat yang terorganisir secara terpisah, termasuk komponen-komponennya.
8. Sprout and Sprout,
Studi Hubungan Internasional membahas menganai aktor-aktor (Negara/pemerintah, Diplomat, dan Masyarakat), yang bertujuan mencapai maksud-maksud tertentu dengan menggunakan sarana-sarana (Diplomasi/Persuasi, Pemaksaan) yang dikaitkan dengan power atau kapabilitasnya
9. Claus Zewitz,
Hubungan Internasional dapat berupa peperangan yang merupakan lanjutan politik yang menggunakan kekerasan atau tekanan-tekanan yang mempunyai tujuan politik sesuai dengan kepentingan nasional.
10. Jean Bethkelshtdin,
Hubungan Internasional membahas tentang teoi-teori baik domestik maupun internasional dalam suatu negara.
11. Vladimir Lenin,
Hubungan Internasional sebagai organisasi internasional yang membahas tentang hukum-hukum internasional dan kepentingan-kepentingan nasional.
meletakkan dasar-dasar bagi internasionalisme liberal.
12. Susan Strange,
Hubungan Internasional adalah studi mengenai wilayah isu apapun dalam bidang ekonomi-politik internasional yang dinilai dengan pesoalan empiris dalam pencarian akan entitas efektif politik dunia apapun bentuknya dan kekuasaan sebagai concen dasar realisme.
13. Richard Ashley,
Hubungan Internasional mempelajari tentang struktur dan dinamika sistem internasional dengan cara-cara tetentu dalam tatanan internasional.
14. Michael Doyle,
Hubungan Internasional adalah studi hubungan formal/non-formal di mana suatu negara melakukan kontrol efektif terhadap kedaulatan politik negara lain yang merupakan konsekuensi dan kekuatan-kekuatan pada satu atau bagian lain dari sistem internasional dan tergantung pada kemampuan dan kepentingan masyarakat yang terlibat.
15. Benedict Anderson,
Hubungan Internasional membahas tentang kekuatan politik, kepentingan nasional, dan pengakuan internasional dalam batas-batas negara yang ditentukan.
16. Michael Walzer,
Hubungan Internasional menggambarkan upaya ambisius mengenai batasan-batasan etnis oleh setiap negara.
17. Robert Keohane,
Hubungan Internasional membahas tentang tingkah laku negara yang mempengaruhi organisasi internasional setiap negara.
18. Dr. H. Roeslan Abdul Gani,
Hubungan Internasional menekankan seluruh hubungan antar negara di dunia dalam suatu kerangka yang integralistik segala bidang seginya tecakup istilah itu, baik dipengaruhi oleh faktor politik, ekonomi, sosial, budaya maupun militer.
19. Martin Wright,
Hubungan Internasional membahas tentang teori-teori internasional dalam masyarakat internasional.
20. Robert Cox,
Hubungan Internasional membahas tentang fenomena-fenomena globalisasi dalam hubungannya dengan hubungan internasional.
21. Anthony P. Smith,
Hubungan Internasional membahas tentang karateristik-karateristik nasional dan internasional setiap negara.
22. Charles Beits,
Hubungan Internasional adalah hubungan-hubungan antar warga negara dalam batas wilayah territorial suatu negara bedaulat dimana interdependensi merupakan studi hubungan internasional yang bervariasi dan merupakan suatu bidang yang tepat untuk menerapkan etika dalam hubungan internasional yaitu dengan prinsip kesamaan.
23. John Herz,
Hubungan Internasional meupakan suatu konsep yang membahas tentang kebijakan luar negeri yang lebih mementingkan keamanan yang menjadi pusat perhatian semua rakyatnya.
24. Suwardi wiraatmaja,
Hubungan internasional sebagai ilmu sintesa yang menyatukan, menggabungkan dan memadukan berbagai disiplin yang memiliki perhatian terhadap masalah internasional.
25. Jeremy Bantham,
Hubungan internasional adalah ilmu yang merupakan suatu kesatuan disiplin dan memiliki ruang lingkup serta konsep-konsep dasar.
26. Raymond Aron,
Hubungan internasional dalam beberapa hal adalah suatu perjuangan setiap negara untuk memperoleh kekuasaan sehingga dinyatakan bahwa konsep kekuasaan itu terlalu samar untuk dijadikan pendekatan-pendekatan utama dalam memahami hubungan internasional.
27. Trygive Mathisen,
Hubungan internasional merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri (distinct discipline), atau dengan kata lain merupakan sub-cabang dari ilmu pengetahuan tertentu.
28. Trygive Mathines,
Hubungan internasional merupakan semua aspek internasional dari kehidupan, sosial umat manusia dalam arti semua tingkah laku manusia yang terjadi atau berasal dari suatu negara dapat mempengaruhi tingkah laku manusia dinegara lain.
29. Raymon Aron,
Hubungan internasional adalah hubungan antar unit politik yang masing-masing mengklaim diri berhak menentukan keadilan dan menjadi penengah bagi keputusan untuk berperang atau tidak.
30. Stephen Krenser,
Studi Hubungan internasional mengenai aktivitas timbal balik antar negara yang dalam kajiannya tidak hanya menggunakan pendekatan teoritis dengan memakai dasar ideologis atau personal saja tetapi juga diperlukan bukti yang mendukung usaha pendisiplinan antara konsep kekuatan dan kebenaran dalam studi tersebut.

31. Teuku May Rudi,
Hubungan internasional mencakup berbagai macam hubungan atau interaksi yang melintasi batas-batas wilayah negara dan melibatkan pelaku-pelaku yang berbeda kewarganegaraan.
32. J. H. Wolfe,
Hubungan internasional merupakan studi dari pola-pola tindakan (aksi) dan reaksi diantara negara-negara berdaulat yang diwakili oleh elit-elit yang memerintah mereka.
Robert B. J. Walker,
Hubungan Internasional membahas tentang kondisi dinamis suatu negara baik dalam bidang ideologi, sosial budaya, maupun ekonomi apa, dimana, dan siapa yang bersifat konseptual politik.
33. Loosely,
Pola Hubungan internasional dapat mengimbangi benak aktifitas yang berbeda-beda seperti transaksi bisnis, komunikasi internasional, kontes atletik pariwisata, ilmu pengetahuan, program pertukaran pelajar adn missioner agama.
34. Stanley Hofman,
Hubungan internasional adalah berbagai subyek akademis terutama memperhatikan hubungan politik antar bangsa.
35. Freddy. B. L. Tobing,
Hubungan internasional adalah studi antar negara yang cakupannya lebih dari itu, unit-unit realisnya adalah organisasi-organisasi internacional. MNC, bahkan kelompok teroris juga dikatakan sebagai aktor hubungan internasional. Lebih dari itu, fokus bahasannya dapat pula diarahkan pada faktor-faktor internal negara.
36. K. J. Hoksti,
Hubungan internasional adalah sebuah studi tentang sistem internasional, suatu kumpulan-kumpulan satuan-satuan politik yang merdeka (seperti suku bangsa, negara-negara bangsa, negara-negara kota imperium) yang berinteraksi dengan frekuensi teratur.
37. Jean Bethkelshtdin,
Hubungan Internasional membahas tentang teoi-teori baik domestik maupun internasional dalam suatu negara.
38. Woodrow Wilson,
Hubungan Internasional lebih menekankan pada proyek internasionalisme liberal guna mentransformasi hubungan intenasional sesuai model-model perdamaian, kebebasan dan kemakmuan, memajukan perdagangan lintas batas negara dan saling ketergantungan ekonomi di antara negara untuk mengurangi daya tarik penggunaan kekuatan termasuk penegakan hukum pada organisasi dan praktik yang menimbulkan dilema keamanan di antara negara-negara.
39. John Ruggie,
Hubungan Internasional adalah membahas tentang studi hubungan internasional mencakup bidang organisasi internasional ke dalam orientasi ideologis maupun politik setiap bangsa.
40. Ernst Haas,
Hubungan Internasional adalah konsep yang membahas tentang kadaulatan suatu negara yang masing-masing wilayahnya berbeda dalam kerjasama internasional.
41. Raymond Aroon,
Hubungan Internasional adalah suatu hubungan yang membahas tentang hubungan domestik dan hubungan internasional antar negara yang satu dengan negara lain secara diplomasi.
42. Stephen Krasner,
Hubungan Internasional adalah membahas pada ideologi sosial yang memberikan suatu model penelitian dalam masyarakat internasional.
43. David Held,
Hubungan Internasional membahas dan lebih memfokuskan pada suatu era globalisasi dalam hubungan internasional.
44. J. Frankel,
Hubungan Internasional merupakan hubungan antar bangsa sistem dan masyarakat internasional menunjukkan unit-unit yang banyak terpisah-pisah dalam hal tetentu tetapi dalam hal lain merupakan hasil saling mempengaruhi dari kekuatan yang bersatu maupun berpisah.
45. Anthony Giddens,
Hubungan Internasional membahas tentang pemahaman sifat dasar suatu negara dalam dunia internasional.
46. Norman Angell,
Hubungan Internasional adalah hubungan timbal balik antar interdependensi ekonomi lintas batas-batas territorial dan kekuasaan pemerintah dalam mengontrol apa yang tejadi dalam batas tersebut dan adanya sifat dasar dalam lingkup interdependensi politik dalam
47. Robert Strausz- Hupe & Stefan T. Possony,
Studi Hubungan Internasional mempelajari hubungan timbal-balik antar Negara, serta mengkaji tindakan anggota suatu masyarakat yang berhubungan dengan, atau ditujukan kepada Masyarakat Negara lain.
48. J.C Johari,
Hubungan Internasional merupakan sebuah studi tentang Interaksi yang berlangsung diantara Negara-Negara berdaulat. Disamping itu, Studi Hubungan Internasional juga studi tentang pelaku-pelaku non-negara (non-state actors) yang perilakunya memiliki impact terhadap tugas-tugas negara-bangsa.
49. John Houston,
Hubungan Internasional merupakan sebuah studi yang membahas tentang interaksi diantara anggota-anggota dalam komunitas Internasional, atau mengenai tingkah laku aktor-aktor yang beroperasi dalam system politik internasional.
50. Harold Nicholson,
Hubungan Internasional adalah perundingan atau negosiasi yang disertai dengan proses dan mekanisme yang ada di dalamnya seperti penyelenggaraan internasional dan sebagainya dimana masing-masing negara berusaha untuk membuat negaa lain menerima jalan pemikirannya.
51. Richard Rosecrance,
Hubungan Internasional lebih membahas pada kekuatan-kekuatan militer untuk ekspansi teritorial sebagai kunci suatu prestigeint.
52. George Kenan,
Hubungan internasional adalah suatu kajian yang berkomitmen untuk menciptakan stabilitas internasional, dimana menurutnya hal itu dapat terwujud tergantung pada penciptaan kembali tatanan Multipolar yang telah hancur dalam perang dunia.
53. Drs. R. Soeprapto,
Hubungan internasional adalah studi yang orientasinya bersifat efektif (orientasi pasca perilaku) yang sering mengkombinasikan unsur-unsur pendekatan ilmiah dengan tujuan yang jelas nilainya seperti mensubsitusi perang dengan metode-metode perdamaian untuk menyelesaikan pertikaian, pengendalian penduduk, perlindungan terhadap lingkungan, pemberantasan penyakit, kemelaratan, dan keterasingan manusia.
54. Budiono Kusumohamidjojo,
Hubungan internasional adalah berbagai rangkaian aksi dan reaksi dari berbagai kelompok baik dalam bentuk negara, bangsa, organisasi,internasional, maupun kelompok perorangan bahkan juga pribadi-pribadi yang berpengaruh.
55. Umar Suryadi Bakri,
Hubungan internasional adalah kumpulan dari cabang-cabang ilmu pengetahuan yang mempunyai perhatian terhadap masalah-masalah internasional.

56. Para Tradisional,
Hubungan internasional serupa dengan diplomasi dan strategi serta kerja sama dan konflik atau secara lebih sederhana hubungan internasional merupakan studi tentang perang dan damai.
57. Nickholas J. Spykman,
Hubungan internasional adalah hubungan antar individu di negara-negara dan bersifat internasional.
58. John Lewis Gaddis,
Hubungan internasional adalah bidang kajian yang bermanfaat bagi negarawan dalam usaha untuk membangun dunia yang lebih baik.
59. Robert Jackson & George Sorensen,
Hubungan internasional merupakan studi tentang sistem negara global dari berbagai macam perspektif ilmiah.
60. Henry Kissinger,
Hubungan internasional adalah studi mengenai aktifitas timbal balik antar negara yang dalam kajiannya tidak hanya sebatas menggunakan pendekatan teoritis dengan memakai dasar ideologis atau personal saja, tetapi juga diperlihatkan bukti yang mendukung usaha pendisplinan antara konsep kekuatan dan kebenaran dalam studi tersebut.
61. Kenneth W. Thomson,
Hubungan internasional adalah studi tentang rivalitas antar bangsa serta kondisi-kondisi dan institusi-institusi yang memperbaiki atau memperburuk rivalitas tersebut.
62. Encyclopedia, Amerika,
Hubungan internasional adalah hubungan antar negara atau antar individu dari negara yang berbeda-beda baik berupa hubungan politik, budaya, ekonomi, maupun pertahanan keamanan.
63. Dr. Hilman Adil Clelland,
Hubungan internasional adalah subjek akademi terutama memperhatikan hubungan politik antar bangsa.
64. Tulus Warsito,
Hubungan internasional adalah studi tentang interaksi dan politik luar negeri dari beberapa negara.
65. Coloumbis dan Wolfe,
Hubungan internacional adalah studi yang sistematis mengenai fenomena-fenomena yang bisa diamati dan mencoba menemukan variabel-variabel dasar untuk menjelaskan perilaku serta mengungkap karakteristik-karakteristik atau tipe-tipe hubungan antara unit-unit sosial.
66. Freddy L. Tobing,
Hubungan internasional adalah suatu studi tentang hubungan yang ada diantara identitas politik yang berdaulat dan anarkis sifatnya.
67. Richard A. Falk,
Hubungan Internasional merupakan pola-pola hubungan antar bangsa dengan prinsip-prinsip legal dengan konstitusional dalam hubungannya dengan hubungan internasional.
68. Karl W. Deutsch,
Hubungan internasional mempelajari tentang dinamika sosial dan integrasi regional dalam lingkup intenasional.
69. Ian Robertson,
Hubungan Internasional adalah pengetahuan dengan metode-metode logis dan sistematis yang mempelajari berbagai aspek dari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan manusia lain sehingga batas-batas negara menjadi luluh.
70. DG Kausolas,
Hubungan internasional adalah cabang dari ilmu sosial dan pengembangan politik dan interaksi yang disebabkan oleh keduanya.
71. Hans Morgenthau,
Hubungan internasional adalah sebuah wilayah kontinuitas dan keharusan dalam memunculkan dimensi konstekstual pada otonomi politik disamping memunculkan elemen-elemen substantif.
72. John Herz,
Hubungan internasional adalah suatu pemikiran yang memasukkan pertimbangan-pertimbangan implikasi kehidupan politik terutama perubahan unit-unit politik termasuk di dalamnya faktor keamanan dan kekuasaan yang inheren dalam kehidupan manusia.

73. Schawarzeneger,
Hubungan internasional adalah sebagai bagian dari ilmu sosiologi yang khusus mempelajari masyarakat internasional.
74. Mochtar Mashoed,
Hubungan internacional merupakan hubungan yang sangat kompleksitas karena di dalamnya terlibat bangsa-bangsa yang masing-masing berdaulat sehingga memerlukan mekanisme yang lebih rumit daripada hubungan antar kelompok.
75. Hans J. Morgenthau,
Hubungan Internasional adalah studi yang membahas tentang lingkup dan sifat dasar dari bidang studi hubungan internasional dalam masyarakat tertentu.
76. Prof. Fjodorov (Optulmologis Soviet),
Hubungan internasional lahir karena kebutuhan manusia akan perdamaian.
77. Columbis dan Wolfe,
Hubungan internasional adalah bagian dari ilmu yang lebih luas yaitu ilmu yang menitikberatkan pentingnya studi fenomena politik pada tingkat global yang bersifat indisipliner.
78. Andre Gunder Frank,
Hubungan Internasional adalah membahas tentang kebijaksanaan konvensional dan pembangunan yang dilaksanakan dalam suatu masyarakat internasional.
79. Ernest Gellner,
Hubungan Internasional membahas tentang ilmu-ilmu sosial yang objektif yang merupakan konteks dalam masyarakat internasional.
80. Robert B. J. Walker,
Hubungan Internasional membahas tentang kondisi dinamis suatu negara baik dalam bidang ideologi, sosial budaya, maupun ekonomi apa, dimana, dan siapa yang bersifat konseptual politik.
81. Benedict Anderson,
Hubungan Internasional membahas tentang kekuatan politik, kepentingan nasional, dan pengakuan internasional dalam batas-batas negara yang ditentukan.


82. Edward Hallet Carr,
Hubungan Internasional adalah studi hubungan internasional yang sangat dipengaruhi oleh sejumlah gagasan yang merupakan produk dari perimbangan kekuasaan untuk menciptakan perdamaian dengan dasar norma dan prinsip yaitu keyakinan akan adanya harmoni alamiah antar kepentingan dengan rasa aman kolektif.
83. Hedley Bull,
Hubungan Internasional adalah suatu konsep yang membahas tentang tatanan secara umum sebagai pola aktivitas untuk tujuan sosial dasar masyarakat internasional.
84. Edward Hallet Carr,
Hubungan internasional adalah kajian yang sangat dipengaruhi oleh sejumlah gagasan yang merupakan produk pertimbangan kekuasaan tertentu, dimana Inggris memiliki ,peran dominan dalam sejarah perkembangannya.
85. Drs. R. Soeprapto,
Hubungan internasional adalah studi mengenai interaksi antar aktor-aktor atau kesatuan sosial tertentu termasuk segala sesuatu diseputar interaksi tersebut. Interaksi tersebut berlangsung di dalam sistem internasional dimana Negara merupakan aktor utama.
86. Michael Mann,
Hubungan Internasional sebagai historical sociology dalam kaitannya dengan teori kekuatan hubungan antar masyarakat.
87. Raymond Aron,
Hubungan internasional menyangkut konsep-konsep perimbangan kekuatan perjuangan kepentingan nasional, ketertiban dunia, diplomasi, waspada dan lain-lain.
88. Jeremy Bentham,
Hubungan Internasional merupakan disiplin ilmu baru yang merupakan kombinasi dari studi-studi urusan luar negeri dari berbagai negara dengan sejarah internasional. Disiplin ini juga mencakup studi masyarakat interna-sional sebagai keseluruhan dan lembaga-lembaganya.
89. Henry Kissinger,
Hubungan Internasional berlangsung pada suatu wilayah yang kurang memiliki otoritas sentral dalam menangani konflik kepentingan dan nilai antar bangsa di mana setiap negara berjuang untuk mendapatkan kekuasaan.

90. David Zinger,
Hubungan Internasional merupakan kumpulan rumusan yang dapat memberikan penguraian, penjelasan dan ramalan yang berbentuk hipotesis-hipotesis dan dalil-dalil yang dapat diverifikasikan dan diuji mengenai masalah-masalah internasional.
91. John Burton,
Hubungan Internasional merupakan studi yang mendasarkan pengetahuan pada ajaran psikologi, yang memiliki sikap tingkah laku dan reaksi manusia dalam menghadapi masalah-masalah internasional yang muncul di permukaan.
92. Robert Giplin,
Hubungan Internasional adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang ilmu-ilmu ekonomi-politik internasional yang lebih menghadap pada politik keamanan militer yang seimbang.
93. Immanuel Wallerstein,
Hubungan Internasional membahas tentang ekonomi internasional yang memungkinkan setiap negara melakukan perdagangan internasional.
94. Alfred Zimmern,
Hubungan Internasional secara fundamental dapat ditransfusi menjadi suatu tatanan dunia yang adil dan merata dan adanya balance antara kepentingan-kepentingan antara individu dan negara serta adanya kemajuan dalam penegakan hukum internasional yang saling menguntungkan dari integrasi teritoial dan kemerdekaan.
95. Drs. R. Suprapto,
Hubungan internasional adalah hubungan yang beraspek politik maupun non politik sebagai hubungan yang beraspek ekonomi, sosiologi, ideologi, budaya dan militer.
96. George Kenan,
Hubungan Internasional lebih membahas pada prinsip dan tingkah laku dalam masyarakat sosial.
97. Kenneth Waltz,
Hubungan Internasional adalah membahas dan lebih memfokuskan pada suatu era globalisasi dalam hubungan internasional.
98. Anonymus,
Hubungan Internasional adalah suatu ilmu atau science yang mengkaji ten-tang aktivitas aktor formal maupun non-formal yang melintasi batas negara dan melingkupi segala bidang.
99. Anonymous,
Hubungan Internasional adalah studi implementasi globalisasi secara akademik dengan mengenal negara-negara di dunia.
100. Anonymous,
Hubungan Internasional adalah interaksi antar unit-unit state dan non state yang melewati batas negaranya guna melengkapi kebutuhan serta kepentingannya.
101. Zulfikar Dilahwangsa(ini definisi menurut Gue sendiri)
Hubungan Internasional adalah disiplin ilmu yang mempelajari kepentingan-kepentingan tertentu yang kebetulan dalam pemenuhan kepentingan tersebut harus melewati batas suatu negara.

PERANAN KOMUNIKASI DALAM MENATA HUBUNGAN INTERNASIONAL

Komukasi merupakan ilmu yang multidispliner dengan mencakup berbagai bidang kehidupan. Komunikasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Komunikasi memegang peranan penting dalam proses sosiolisasi dan bermasyarakat. Bahkan komunikasi juga tidak dapat dipisahkan dari interaksi antar negara dalam lingkup dunia.
Hubungan internasional jika dipandang dari sudut pandang sosial dapat diartikan sebagai interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu, individu dengan kelompok, individu dengan negara, kelompok dengan kelompok, Negara dengan kelompok, dan negara dengan negara yang melintasi suatu batas wilayah negara.
Inti dari hubungan internasional adalah interaksi. Dalam proses interaksi, dibutuhkan suatu alat untuk menyampaikan tujuan atau maksud dari seseorang, diperlukan alat untuk menyamakan pokok pikiran dari seseorang agar orang lain dapat mengetahui apa kepentingannya. Untuk itu dibutuhkanlah komunikasi. Komunikasi dalam hal ini adalah komunikasi internasional.
Untuk mengetahui peranan kominikasi dalam hubungan internasional seyogyanya kita harus tahu dulu apa itu komunikasi, tujuan komunikasi, dan fungsi komunikasi.
Pengertian Komunikasi
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu: Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif dalam Effendy(1994:10) bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?
Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu,yaitu:
1. Komunikator (siapa yang mengatakan?)
2. Pesan (mengatakan apa?)
3. Media (melalui saluran/ channel/media apa?)
4. Komunikan (kepada siapa?)
5. Efek (dengan dampak/efek apa?).

Jadi berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.


PROSES KOMUNIKASI
Dari pengertian komunikasi sebagaimana diutarakan di atas, tampak ada-nya sejumlah komponen atau unsur yang dicakup, yang merupakan persyaratan terjadinya komunikasi. Dalam “ bahasa komunikasi ” komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut: - komunikator -orang yang menyampaikan pesan; - pesan - pernyataan yang didukung oleh lambang; - komunikan - orang yang menerima pesan; - media - sarana atau saluran yang mendukung pesan bila komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya; - efek - dampak sebagai pengaruh dari pesan. Teknik berkomunikasi adalah cara atau “ seni ” penyampaian suatu pesan yang dilakukan seorang komunikator sedemikian rupa, sehingga menimbulkan dampak tertentu pada komunikan. Pesan yang disampaikan
Tujuan Komunikasi
1. menegenal diri kita dan orang lain
2. mengenal dunia luar
3. membuat hubungan baik denga n orang lain
4. mengubah sikap dan kelakuan
5. hiburan
mempunyai beberapa content, antara lain:
1. source
2. context
3. messeges
4. noise
5. sending
6. receiving
7. feedback
8. effect


FUNGSI KOMUNIKASI DALAM DUNIA INTERNASIONAL
Sebenarnya, fungsi komunikasi untuk tiap bidang kehidupan itu hampir sama . Hanya saja ada beberapa ciri yang membedakan fungsi dalam setiap konteks yang berbeda. Berikut merupakan fungsi komunikasi dalam organisasi (negara) menurut salah satu ahli
Sendjaja (1994) menyatakan fungsi komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut:
• Fungsi informatif. Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi.
• Fungsi regulatif. Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu negara
• Fungsi persuasif.Hal ini berkaitan dengan kewenangan dan kekuasaan dalam mempersuasi bawahan.
• Fungsi integratif. Setiap pihak berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan negara agar dapat memjalin hubungan dengan negara lain
Peran Komunikasi dalam HI
Berdasar atas yang tertulis di atas, dalam proses komunikasi, terdapat 3 pelaku komunikasi yang dilihat berdasar kuantitasnya. Yaitu individu, kelompok(organisasi), dan negara. Dalam tulisan ini, penulis memfokuskan terhadap peranan komunikasi dalam ruang lingkup organisasi dan negara. Adapun peran komunikasi:
1. Komunikasi membuat hubungan satu negara dengan negara yang lain menjadi akrab. Banyaknya masalah antar negara dengan negara dengan negara yang lain boleh jadi disebabkan karena kurangnya komunikasi dengan negara yang bersangkutan. Berbagai prasangka ataupun dugaan dapat dikeluarkan oleh negara yang sedang bermasalah disebabkan karena kesalahpahaman antar negara tersebut. Bila dibiarkan, maka masalah tersebut bias menjadi besar dan akhirnya merusak hubungan bilateral negara yang bersangkutan.
2. Komunikasi terdiri atas komunikasi verbal dan non-verbal, eksplisit dan implisit. Terkadang suatu negara menggunakan jenis komunikasi non-verbal atau implisit untuk memberitahu negara lain bahwa negara mereka adalah negara yang kuat dan punya pengaruh. Contoh yang paling konkret adalah pertunjukkan yang dilakukan oleh Amerika dalam bidang militer. Rutin mereka mengadakan pameran persenjataan atau aksi acrobat pesawat tempur dengan mengundang khalayak ramai dan wartawan untuk meliput berita tersebut. Jika anda berpikir bahwa pertunjukan tersebut mereka lakukan untuk memberi hiburan pada warga Amerika, maka anda salah. Mereka mengadakan pertunjakan tersebut untuk memberi isyarat kepada negara lain bahwa negara mereka mempunya persenjataan yang canggih. Dengan begitu, negara lain akan berpikir berulang kali untuk melawan kebijakan yang diusulkan Pemerintah Amerika dalam rapat KTT atau rapat-rapat lainnya. Artinya, mereka menginginkan adanya effect yang ditimbulkan dari pertunjukkan tersebut.
3. Organisasi tingkat dunia(misalnya United Nation) perlu mengkomunikasikan kebijakan yang mereka keluarkan agar kebijakan atau program yang mereka kerjakan dapat dipatuhi oleh negara yang menjadi anggotanya. Sebagus apa pun kebijakan yang dikeluarkan oleh suatu organisasi tidak akan bermanfaat apa-apa jika kebijakan tersebut tidak disosialisasikan. Komunikasi lah yang menjadi alat dari sosialisasi tersebut.
4. Komunikasi juga berperan dalam mengutarakan maksud terhadap negara lain sehingga negara lain dapat mengetahui kepentingan mereka. Dengan begitu, kerjasama akn terjalin. Sebab masing-masing negara dapat mengutarakan keinginannya
5. Komunikasi digunakan oleh setiap negara untuk mempromosikan potensi yang dimilikinya. Biasanya hal ini dikomunikasikan dalam bentuk komunikas massa. Indonesia yang kaya akan sumber daya perlu mempromosikan potensi yang dimiliki untuk menarik para investor asing atau negara lain untuk berinvesrtasi di negara ini. Sama halnya dengan kebijakan, walaupun Indonesia mempunyai banyak sumber daya tapi tidak dimanfaatkan untuk dikelola juga tidak akan menghasilkan manfaat apa-apa.
6. Komunikasi bahkan digunakan untuk membuat image suatu negara. Misalnya saja negara Indonesia adalah negara yang ramah. Maka dengan mengkomunikasikannya ke dunia internasional, maka aka terbentuk opini Internasional bahwa Indonesia adalah negara yang ramah. Namun, terkadang Image yang ingin ditampilkan tidak releven dengan kenyataan yang ada pada negaranya. Misalnya saja Amerika. Amerika sering mensosialisasikan bahwa negara mereka adalah negara yang menjunjung tinggi HAM. Namun pada kenyataannya, justru negara ini lah yang tidak menghargai HAM dan tidak menghargai kedaulatan negara lain.

Friday, October 16, 2009

Kemahasiswaan

Kemahasiswaan
Banyak pendapat tentang apa arti dari mahasiswa atau kemahasiswaan. Hal ini tejadi karena adanya perbedaan sudut pandang dalam mendefinisikan arti dari mahasiswa itu sendiri. Pengertian mahasiswa menurut penulis (yang kurang lebih dapat merangkum semua sudut pandang) adalah golongan generasi muda yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mempunyai identitas diri. Identitas diri mahasiswa terbangun oleh citra diri sebagai insan religius, insan dinamis, insan sosial, dan insan mandiri. Dari identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, intelektual, sosial kemasyarakatan, dan tanggung jawab individual baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai warga bangsa dan negara.
Dalam kehidupan bermasyarakat, mahasiswa mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting dalam terciptanya kesejahteraan. Peran mahasiswa pada angkatan 66, 74 dan 98 telah memberikan label The Agent of Social Control. Apalagi perjuangan mereka tidak lain adalah penyalur lidah masyarakat yang tertindas pada masa rezim tertentu. Kekuatan moral yang terbangun lebih disebabkan karena mahasiswa yang selalu bergerak secara aktif. Seperti dengan turun ke jalan demi berteriak menuntut keadilan dan pembelaan terhadap hak-hak rakyat kecil. Hal ini membuat mahasiswa menjadikan mahasiswa sebagai sosok pembaharu atau sosok pendobrak system pemerintahan yang bobrok.
Bila difikir secara mendalam, mengapa hanya mahasiswa yang menjadi Agent Of Social Control, padahal dalam masyarakat masih banyak golongan-golongan intelektual yang lainnya. Jawabannya adalah masyarakat pada umumnya dibagi atas golongan berdasarkan tingkatan umur. Mahasiswa merupakan umur yang paling ideal jika menjadi control social. Anak SD, SMP, maupun SMA masih ada dalam ikatan pendidikan formal yang tidak mandiri. Maka dari itu, SMA sekalipun belum mampu kritis dalam menyikapi persoalan yang sedang terjadi. Kepala mereka telah terdoktrin dengan pikiran bahwa dunia sedang baik-baik saja. Hal ini disebabkan oleh adanya pendidikan formal yang mengikat dan tidak mandiri. Lain halnya dengan para pekerja. Mereka pada umumnya adak\lah golongan masyarakat yang mempunyai tingkatan intelektual yang lumayan, namun mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Mereka hanyut dalam rutinitas kehidupan kantor yang monoton dan individualis, Hal ini mengakibatkan tanggung jawab social yang mereka miliki tumpul karena tidak terasah.
Sosok mahasiswa sebagai pembaharu tidak lepas dari 3 tradisi seorang mahasiswa, yaitu Trias Tradisi. Pertama, terbangun diatas tradisi diskusi (Discussion Tradition). Diskusi akan membawa gerakan mahasiswa menjadi sebuah gerakan rasional dan terpercaya—ciri khas gerakan mahasiswa. Denagn adanya diskusi, maka tiap ide ide dari mahasiswa akan mudah diterima oleh masyarakat bawah. Hari ini, Aktualisasi dan keakuratan data sangat penting bagi gerakan mahasiswa dalam mengkritisi dan bertindak. Sebagaimana kita ketahui zaman semakin maju sehingga dalam mengungkap sesuatu atau menghujam kritik harus berdasar, jelas, akurat dan terpercaya, tanpa itu sulit bagi gerakan mahasiswa dalam menyakinkan rakyat dalam menyalurkan aspirasi.
Kedua, terbangun diatas tradisi menulis (Writing Tradition). Aktivitas menulis merupakan salah satu gerbang menuju tradisi intelektual bagi gerakan mahasiswa. Sejak dulu sampai kini, tokoh dan intelektual bangsa Indonesia—bernotabene mantan tokoh aktivis pemuda dan mahasiswa, banyak melemparkan gagasan atau ide-ide cemerlang, kritikan tajam dan membangun wacana dalam bentuk tulisan. Tulisan dianggap lebih efektif dalam menyuarakan aspirasi karena lebih intens, lebih terfokus, dan lebih mengena karena dapat dibaca oleh masyarakat luas secara langsung. Banyaknya perubahan yang dilakukan lewat tulisan membuat penulis berkesimpulan bahwa tulisan tulisan “berani” yang pernah dibuat oleh mahasiswa bisa menjadi acuan bagi pergerakan mahasiswa Indonesia.
Ketiga, terbangun diatas tradisi membaca (Reading Tradition). Aktualisasi isu sangat penting bagi gerakan mahasiswa dalam bergerak. Begitu cepat pergeseran berita dan opini publik, memaksa kita untuk senantiasa membaca—kalau tidak akan tertinggal. Kesibukan bukan alasan tepat untuk tidak membaca, di mana atau kapan pun bisa kita luang waktu untuk membaca—antri mengambil karcis, di bus, menjelang demonstrasi dan lain-lain. Sebuah harapan, gerakan mahasiswa juga bisa mewacanakan semacam 'Gerakan Gemar Membaca" dan disosialisasikan secara luas. Cara ini, dapat menunjukkan gerakan mahasiswa ikut membantu pemerintah dalam membuka kunci gembok kebodohan serta berperan menyelesaikan problem pendidikan Indonesia nyaris tak kunjung terselesaikan ini.
Selain itu, mahasiswa juga merupakan motor penggerak suatu perubahan yang besar. Tidak dapat dipungkiri bahwa jika ada pergerakan mahasiswa, maka akan ada perubahan besar yang akan terjadi. Hal ini dapat kita lihat terjadi pada mahasiswa angkatan 66 dan angkatan 98. Angkatan 66 pada masanya melakukan suatu gerakan massif. Mau tidak mau pemerintah(dalam hal ini adalah Soekarno harus mengeluarkan dekrit presiden) dalam memenuhi Tritura pada masa itu. Begitu pula yang terjadi dengan mahasiswa angkatan 98. Dimana mereka bergerak secara besar-besar dengan menduduki gedung DPR dan MPR sehingga mengakibatkan lengsernya rezim Soeharto pada 21 mei 98. Dari sini kita bisa melihat dengan jelas, betapa besar kekuatan mahasiswa hingga mampu meruntuhkan berbagai rezim yang telah berurat akar di negeri ini.
Kemahasiswaan yang ideal adalah kemahasiswaan yang selalu dikaitkan dengan organisasi. Mengapa demikian?. Organisasi merupakan suatu wadah atau alat penyampai aspirasi. Mahasiswa mendapatkan ilmu dari bangku kuliah perlu pengaplikasian. Pengaplikasian itu dapat dilakukan pada masyarakat secara langsung. Dan organisasi merupakan jalan untuk melegalkan pengaplikasian tersebut. Organisiasi juga mengajarkan nilai-nilai kemahasiswaan itu sendiri. Bahkan tidak jarang seorang mahasiswa mendapatkan idealismenya sendiri ketika ia bergabung dengan sebuah organisasi. Idealisme merupakan hakikat dari mahasiswa. Idealisme merupakan manifestasi dari berbagai pandangan hidup. Tanpa idealisme kita tidak mempunyai pegangan. Mudah hanyut oleh arus. Dan mudah terpengaruh. Namun tidak jarang pula idealisme yang dianut oleh segelintir orang sangat bertentangan dengan fungsi seorang mahasiswa. Inilah yang mengakibatkan adanya wajah mahasiswa sebagai pembaharu tercoreng
Mahasiswa juga sebaiknya menggunakan akalnya dalam bertindak, kritis dalam menanggapi sesuatu, intelektual, berpikir ilmiah dan sistematis, berjiwa social, mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, dan mempunyai dasar agama yang kuat.Kritis merupakan salah satu keunggulan mahasiswa. Kritis dalam artian tidak menerima mentah-mentah yang didapatkannya dari luar. Tanpa hal itu, maka tidak aka ada perlawanan atau pembaharuan. Kondisi yang sekarang terjadi dianggap sedang baik-baik saja. Ini terjadi karena mereka hanya melihat suatu persoalan dari satu sudut pandang. Dengan adanya sikap ktitis, maka fungsi mahasiswa sebagai agen social bisa tercapai. Intelejensi diperlukan dalam hal menimbang sesuatu apakah hal tersebut baik atau tidak. Kecerdasan mutlak diperlukan bagi para mahasiswa. Tanpa hal itu, fungsi mereka sebagai innovator tidak dapat berjalan dengan baik. Pengetahuan beragama juga penting. Agama memberikan landasan yang jelas dalam penentuan baik atau buruknya tindakan. Agama juge berfungsi sebagai pengontrol dalam diri mahasiswa itu sendiri. Apabila semua criteria di atas dipenuhi oleh seorang mahasiswa, maka jadilah mahasiswa yang dapat melakukan suatu pembaharuan atau melakukan suatu pergerakan.
Pergerakan(dalam hal ini adalah pergerakan mahasiswa) mutlak harus dilakukan. Sebab ini merupakan tuntutan zaman. Ketika kebijakan politik ekonomi tidak memihak rakyat kecil, maka muncul lah mahasiswa sebagai pembela rakyat kecil tersebut. Namun patut disayangkan jika pergerakan mahasiswa ini menjadi anarkis dan tidak terkendali. Pada hakikatnya, gerakan mahasiswa adalah gerakan intelektual—jauh dari kekerasan dan daya juang radikalisme. Mengingat, gerakan ini bermuara dari kalangan akademis kampus—cenderung mengedapankan rasionalitas dalam menyikapi perbagai permasalahan. Dalam perspektif penulis, gerakan intelektual (intellectual movement) akan terbangun di atas Trias Tradition(yang telah dijelaskan di halaman depan).
Adanya anarkisme di kalangan mahasiswa pada masa sekarang ini diakibatkan oleh tidak didengarnya aspirasi dari mahasiswa itu sendiri. Pada akhirnya mereka memilih jalan kekerasan agar pemerintah mau menanggapi ketidakpuasan mereka. Namun kekerasan yang dilakukan oleh mahasiswa berakibat fatal. Adanya degradasi mutu mahasiswa dan degradasi kepercayaan oleh masyarakat adalah akibat dari tindakan anarkis tersebut. Masyarakat beranggapan bahwa mahasiswa cuma bisa ngomong dan demo melulu. Apalagi ditemukan beberapa kasus demo bayaran. Terlebih dengan ulah mahasiswa pada saat Pilkada di beberapa daerah akhir-akhir tahun ini. Belum lagi perilaku-perilaku negatif kian marak dibawa sebagian mahasiswa ke dalam lingkungan sekitar kampus, sehingga dengan memukul rata rakyat semakin yakin akan ‘kemunafikan’ mahasiswa.
Berhasilya suatu pergerakan mahsiswa tidak lepas dari kepercayaan dari masyarakat. Mahasiswa memang yang melakuakan pergerakan, namun masyarkat jua lah yang memberi pengakuan terhadap tindakan. Jika ada suatu pergerakan yang diikuti oleh pembenaran masyarakat, maka sulit bagi pemerintah untuk tidak memunuhi apa yang mejadi tuntutan sehingga pergerakan tersebut terjadi.
Mahasiswa memang menjadi komunitas yang unik di mana dalam catatan sejarah perubahan selalu menjadi garda terdepan dan motor penggerak perubahan . Mahasiswa di kenal dengan jiwa patriotnya serta pengorbanan yang tulus tanpa pamrih . Namun hanya sedikit rakyat Indonesia yang dapat merasakan dan punya kesempatan memperoleh perndidikan hingga ke jenjang ini karena system perekomian di Indonesia yang kapitalis serta biaya pendidikan yang begitu mahal sehingga kemiskinan menjadi bagian hidup rakyat ini . Dalam tulisan ini penulis memetakan ada ada empat peran mahasiswa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang akan di pikul .

Peran moral
Mahasiswa yang dalam kehidupanya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan yang baik berarti telah meninggalkan amanah dan tanggung jawab sebagai kaum terpelajar . Jika hari ini kegiatan mahasiswa berorientasi pada hedonisme (hura – hura dan kesenanggan) maka berarti telah berada persimpangan jalan . Jika mahasiswa hari ini lebih suka mengisi waktu luang mereka dengan agenda rutin pacaran tanpa tahu dan mau ambil tahu tentang peruban di negeri ini, jika hari ini mahasiswa lebih suka dengan kegiatan festival musik dan kompetisi (entertaiment) dengan alasan kreatifitas, dibanding memperhatikan dan memperbaiki kondisi masyarakat dan mengalihkan kreatifitasnya pada hal – hal yang lebih ilmiah dan menyentuh kerakyat maka mahasiswa semacam ini adalah potret “generasi yang hilang “yaitu generasi yang terlena dan lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemuda dan mahasiswa.
Peran sosial
Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang dalam atau dengan kata lain solidaritas sosial. Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat sekat kelompok, namun solidaritas sosial yang universal secara menyeluruh serta dapat melepaskan keangkuhan dan kesombongan. Mahasiswa tidak bisa melihat penderitaan orang lain, tidak bisa melihat poenderitan rakyat, tidak bisa melihat adanya kaum tertindas dan di biarkan begitu saja. Mahasiswa dengan sifat kasih dan sayangnya turun dan memberikan bantuan baik moril maupun materil bagi siapa saja yang memerlukannya. Sebagai contoh di Kalimantan Barat pada tahuan 1998 s/d 2000 pernah terjadi gelombang pengungsian besar – besaran akibat konflik sosial di daerah ini maka mahasiswa musti ikut memperhatikan masalah ini dengan memberikan bantuan baik secara moril maupun meteril serta pemikirannya serta ikut mencarikan solusi penanganan bencana kemanusiaan ini , Betapa peran sosial mahasiswa jauh dari pragmatisme ,dan rakyat dapat merasakan bahwa mahasiswa adalah bagian yang tak dapat terpisahkan dari rakyat, walaupun upaya yang sistimatis untuk memisahkan mahasiswa dari rakyat telah dan dengan gencar dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak ingin rakyat ini cerdas dan sadar akan problematika ummat yang terjadi.
Peran Akademik
Sesibuk apapun mahasiswa, turun kejalan, turun ke rakyat dengan aksi sosialnya, sebanyak apapun agenda aktivitasnya jangan sampai membuat mahasiswa itu lupa bahwa adalah insan akademik. Mahasiswa dengan segala aktivitasnya harus tetap menjaga kuliahnya. Setiap orang tua pasti ingin anaknya selesai kuliah dan menjadi orang yang berhasil. Maka sebagai seorang anak berusahalah semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan keinginan itu, untuk mengukir masa depan yang cerah .
Peran yang satu ini teramat sangat penting bagi kita, dan inilah yang membedakan kita dengan komonitas yang lain ,peran ini menjadi symbol dan miniatur kesuksesan kita dalam menjaga keseimbangan dan memajukan diri kita. Jika memang kegalan akademik telah terjadi maka segeralah bangkit,”nasi sudah jadi bubur maka bagaimana sekarang kita membuat bubur itu menjadi “ bubur ayam spesial “. Artinya jika sudah terlanjur gagal maka tetaplah bangkit seta mancari solusi alternatif untuk mengembangkan kemampuan diri meraih masa depan yang cerah dunia dan akhirat.
Peran politik
Peran politik adalah peran yang paling berbahaya karena disini mahasiswa berfungsi sebagai group penekan bagi pemerintah yang zalim. Oleh karena itu pemerintah yang zalim merancang sedemikian rupa agar mahasiswa tidak mengambil peran yang satu ini. Pada masa orde baru di mana daya kritis rakyat itu di pasung, siapa yang berbeda pemikiran dengan pemerintah langsung di cap sebagai makar dan kejahatan terhadap negara. Pemerintahan Orba tidak segan-segan membumi hanguskan setiap orang-orang yang kritis dan berseberangan dengan kebijakan pemerintah. Mentri pendidikan Daud Yusuf mengeluarkan kebijakan yang melarang keras mahasiswa beraktifitas politik. Dan kebijakan ini terbukti ampuh memasung gerakan – gerakan mahasiswa yang membuat mahasiswa sibuk dengan kegiatan rutinjtas kampus sehinngga membuat mahasiswa terpenjara oleh system yang ada.
Mahasiswa adalah kaum terpelajar dinamis yang penuh dengan kreativitas. Mahasiswa adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rakyat. Sekarang mari kita pertanyaan pada diri kita yang memegang label Mahasiswa, sudah seberapa jauh kita mengambil peran dalam diri kita dan lingkungan.
Dari berbagai permasalahan yang dihadapi dunia pergerakan, mahasiswa dengan pergerakannya perlu mengubah paradigma perjuangannya untuk tetap bisa eksis sehingga rakyat kembali menaruh kepercayaan. Selain itu perlu adanya gerakan massif yang besar jika ingin perubahan yang besar. Tidak seperi sekarang ini. Mahasiswa hanya aktif bergerak dalam lingkungan kampusnya sendiri. Kita perlu mencontoh gerakan mahasiswa angkatan 66 dan 98 yang melakukan perubahan besar pada situasi politik dan ekonomi. Mereka berhasil dalam pergerakannya karena adanya pergerakan yang massif. Walaupun tidak ada yang mengatur, namun yang menjadi penggerak peruvahan adalah adanya rasa ketidakpuasan bersama. Sehingga melakukan aksi secara serentak

Wednesday, October 7, 2009

Masalah Kependudukan dan Keterkaitannya dengan Kesehatan Lingkungan

Masalah Kependudukan dan Keterkaitannya dengan Kesehatan Lingkungan

Jumlah penduduk Indonesia di perkirakan meningkat 1,29% pada tahun 2009. Tahun 2005 tercatat 220 juta maka tahun 2009 diperkirakan jumlah penduduk Indonesia adalah 231 juta. Bertambahnya jumlah penduduk mempunyai implikasi yang sangat luas terhadap program pembangunan dan lingkungan. Penduduk yang besar dengan kualitas sumber daya manusia yang relatif rendah memberikan beban dalam pembangunan. Beratnya pemerintah pusat dan daerah untuk menyediakan berbagai pelayanan publik seperti kesehatan, pendidikan, perumahan, lingkungan hidup dan lapangan kerja.
Dengan bertambahnya jumlah penduduk, sumberdaya yang digunakan juga meningkat. Ini mengakibatkan terjadinya penyusutan dan habisnya sumber daya. Masalah lain yang kita hadapi sebagai akibat dari bertambahnya jumlah penduduk adalah pencemaran lingkungan. Baik pencemaran limbah rumah tangga maupun pencemaran oleh industri dan transpor.
Kontribusi yang cukup besar yang mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk disebabkan oleh migrasi. Migrasi merupakan salah satu program untuk menjaga agar kepadatan penduduk di suatu daerah tidak melampaui batas dari daya dukung lingkungan suatu daerah. Migrasi ada dua yaitu migrasi dari desa ke kota dan dari kota ke desa. Migrasi yang paling banyak adalah migrasi desa ke kota yang umumnya disebut urbanisasi. Kota memiliki mutu lingkungan yang lebih baik daripada di desa. Misalnya pelayanan kesehatan yang lebih canggih, sistem pendidikan yang lebih baik daripada didesa, berita tentang adanya kesempatan kerja di kota dan orang kota memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari orang desa. Apabila para pendatang tidak mendapat tempat tinggal lalu membangun perkampungan liar dapat menyebabkan menurunnya sanitasi lingkungan.
Kebanyakan perkampungan liar tidak mempunyai jamban dan tempat pembuangan sampah. Penurunan sanitasi dan tidak tersedianya air minum yang bersih dapat menimbulkan penyakitn kolera. Contohya di Jakarta, biasanya berita menampilkan gambar bagaimana orang-orang di perkampungan liar menggunakan air sungai yang tercemar untuk mandi, cuci mulut, mencuci piring bahkan membuang air besar, misalnya di Ciliwung Jakarta. Dalam keadaan kepadatan penduduk yang tinggi, penularan penyakit pun mudah terjadi.
Masalah lingkungan yang lain adalah banjir. Semakin bertambahnya jumlah penduduk semakin bertambah pula kebutuhan akan perumahan. Sedikitnya lahan di kota menyebabkan berkurangnya lahan untuk daerah resapan air berkurang untuk pembangunan rumah-rumah bagi pendatang.
Bertambahnya jumlah penduduk berarti jumlah produksi limbah juga bertambah. Di daerah perindustrian juga terdapat kepadatan penduduk yang tinggi dan transpor yang ramai. Di daerah itu juga terdapat produksi limbah domesti, limbah industri dan limbah transpor yang cukup tinggi.
Pencemaran limbah domesti dapat menurunkan keindahan lingkungan, seperti bau busuk. Tumpukan sampah dan comberan air yang tercemar menjadi tempat hidup yang baik untuk hewan yang menularkan penyakit, seperti nyamuk, lalat, tikus dan cacing. Apalagi anak-anak yang sering bermain di tempat yang tercemar tanpa sepatu mudah tertular penyakit.
Pencemaran industri dan transpor adalah peracunan, contohnya asap dari kendaraan bermotor. Bertambahnya jumlah penduduk disertai dengan bertambahnya pendapatan, memungkinkan orang ingin memiliki kendaraan untuk memudahkan urusan mereka. Ini menyebabkan semakin tinggi polusi udara, dimana polisi udara bersifat racun dan juga dapat menambah rusaknya lapisan ozon. (Desy Erika Kaolina)
Referensi :
Soemarwoto, Otto. 1997. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Djambatan : Jakarta.

Wednesday, September 9, 2009

Tugas kuliah 2

NAMRU-2
(Naval Medical Research Unit)
Naval Medical Research Unit No. 2 (NAMRU-2) adalah sebuah laboratorium biomedis yang meneliti penyakit menular demi kepentingan pemerintah Amerika dan pemerintah Indonesia. Laboratorium ini khusus meneliti berbagai jenis virus atau penyakit yang ada di daerah tropis. Laboratorium ini bukan hanya ada di Indonesia, namun juga ada di empat negara lainnya. Seperti Mesir, Kenya, Thailand, dan Peru. NAMRU mendirikan laboratoriumnya pada tahun 1970 saat Indonesia sedang menghadapi pendemi Pes.
`Masalah NAMRU-2 mulai mencuat saat Menkes Indonesia, Siti Fadhilah Supari, mengeluarkan tanggapan bahwa NAMRU tidak memberikan kontribusi apa-apa kepada pihak Indonesia. Bila kita lihat fakta dan realita yang ada, NAMRU memang tidak memberikan kontribusi apa-apa kepada pihak Indonesia. Mulai dari tahun 1970 saat NAMRU berdiri sampai sekarang, lembaga ini tidak menghasilkan sesuatu yang berguna bagi Indonesia. Semua hasil risetnya tentang virus tidak pernah sampai kepada pihak Indonesia secara lengkap. Hal ini membuat masyarakat Indonesia berpikir bahwa ada Sesuatu yang tidak sesuai dengan tujuan awal pembentukan lembaga ini di Indonesia. Apalagi tersebar isu bahwa lembaga ini hanya sebagai kedok dari adanya badan intelejen yang bertugas untuk mengawasi dan mengirim semua informasi penting ke Amerika tentang Indonesia.
Jika dicermati secara mendalam, kita dapat melihat adanya konspirasi di balik pembentukan lembaga ini. Dari namanya saja kita sudah tahu bahwa ada kebohongan besar di balik itu semua. Secara harfiah, Naval adalah angkatan laut dan medical adalah pengobatan. Nah, apa hubungan angkatan laut dengan pengobatan. Belum lagi adanya suatu kekebalan diplomatik yang dimiliki hampir semua staf asing yang bekerja di laboratorium tersebut. Padahal di empat negara lainnya, hanya ada beberapa orang yang memiliki kekebalan diplomatik dalam lembaga tersebut. Itu pun hanya bersifat sementara. Fakta lain yang mengindikasikan adanya ketidakberesan di lembaga ini adalah adanya pelarangan masuk oleh pihak laboratorium kepada pihak Indonesia. Bahkan Menkes sendiri hanya dapat sampai di ruang tunggu laboratorium tersebut. Hal ini diungkapkan sendiri oleh Ibu Menkes Indonesia. Belum lagi peng-komersial-an vaksin yang dibuat dari data vaksin yang di ambil di Indonesia. Bahkan Indonesia sendiri harus membeli vaksin ini dengan harga yang tidak murah. Dan juga negara-negara yang dapat membayar dengan harga lebih tinggi lah yang diutamakan untuk mendapatkan vaksin. Itu berarti adanya komersialisasi yang di buat oleh Amerika sebagai pemasok dana untuk riset vaksin tersebut
Belakangan di Internet ada lembar fakta yang menjelaskan tentang NAMRU yang sesungguhnya. Di situ di jelaskan bahwa banyak yang telah dilakukan NAMRU untuk Indonesia. Misalnya memberikan pelatihan teknik dasar laboratorium kepada ratusan pekerja laboratorium Indonesia, memberikan pelatihan kepada lebuh dari 50 ilmuwan dalam pengembangbiakan malaria dalam laboratorium dan metode canggih pendeteksian penyakit, pemberian obat malaria, serta pelatiahan kepada mahasiswa di bidang virologi dan bakteriologi. Namun, data tersebut dikeluarkan oleh pihak NAMRU sendiri. Jelas pihak NAMRU ingin menutupi fakta yang sesungguhnya dan ingin mendapat pembenaran dari masyarakat luas. Apalagi kini NAMRU dapat diakses oleh kebanyakan orang ketika ingin berkunjung ke laboratorium miliknya. Hal itu dilakukan untuk memberi kesan bahwa pihak NAMRU adalah lembaga yang terbuka dan transparan. Padahal sebelum masalah ini mencuat, bahkan seorang Menkes sendiri tidak dapat masuk ke laboratorium tersebut.
Masalah NAMRU ini hanyalah satu dari sekian banyak masalah yang ada di negeri kita ini. Masih banyak masalah-masalah lain yang ditimbulakan oleh praktek kapitalisme modern yang dikemas sedemikian rupa sehingga dianggap benar dan tidak merugikan. Saat inilah dibutuhkan adanya kesadaran tiap invidu sebelum kapitalisme mengakar dalam budaya kita dan mengeser nilai-nilai kepribadian bangsa